Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyampaikan program Sekolah Rakyat di acara silahturahmi dengan wartawan dan admin media sosial di Gedung Galeri Bale Indung Nyi Pager Asih, Jumat sore, 21 Maret 2025.

KARAWANG,-  Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengaku sedang menyiapkan dan merapihkan lahan seluas 5,4 hektar di Kecamatan Tegalwaru untuk program pembangunan sekolah rakyat yang digagas pemerintah pusat.  Aep memilih lahan di Kecamatan Tegalwaru karena dinilai beriklim sejuk dan nyaman belajar.
"Kementerian Sosial meminta kepala daerah menyiapkan lahan kurang lebih 5 Hektar, dan telah kami sediakan di daerah yang nyaman dan sejuk di Tegalwaru. Semoga Karawang menjadi daerah yang lebih dulu mendapat program sekolah rakyat,” kata Aep, Jumat sore, 21 Maret 2025.
Untuk diketahui, Sekolah Rakyat merupakan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto yang diumumkan dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Jumat, 21 Maret 2025. Konsep pendidikan Sekolah Rakyat yakni gratis dan dibiayai pemerintah, sehingga para siswa tidak akan dikenakan biaya. Fasilitas pendidikan di Sekolah Rakyat yaitu asrama dan ruang belajar yang mampu menampung seribu siswa di jejang SD, SMP dan SMA. Peserta didiknya yakni anak-anak keluarga kurang mampu yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 3 berdasarkan Data Tunggal Sosial Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Desil merupakan pengkategorian masyarakat berdasarkan keadaan ekonomi dari suatu keluarga. Untuk jangka panjang, Presiden Prabowo menargetkan 200 Sekolah Rakyat dibangun setiap tahunnya.
"Kita ingin menghilangkan kemiskinan dalam waktu secepat-cepatnya. Saya yakin ini bisa kita kerjakan. Anak orang kurang mampu tidak boleh miskin. Kalau bapaknya pemulung, anaknya tidak boleh jadi pemulung. Kita harus berdayakan. Kita harus bekerja dengan baik untuk rakyat kita," kata Presiden Prabowo.
Sementara itu,  dikutip dari tirto.id Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan, sudah ada 211 titik yang diusulkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Dari jumlah itu, 45 di antaranya sudah siap digunakan menggelar Sekolah Rakyat tahap pertama. Gus Ipul menerangkan, dari total 211 titik tersebut, 164 di antaranya merupakan usulan dari berbagai pemerintah daerah yang terdiri dari 38 titik berupa bangunan dan 126 titik berupa tanah.
"Sedangkan 45 titik yang siap digunakan untuk tahap pertama program Sekolah Rakyat pada Juli 2025 adalah aset milik Kemensos. Dengan konsep pendidikan gratis serta berasrama, lulusan sekolah ini diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk menjadi agen perubahan yang mengubah kesejahteraan keluarganya untuk terlepas dari kemiskinan,” katanya.
Mantan Wagub Jawa Timur ini menjelaskan, Kurikulum yang nantinya digunakan di Sekolah Rakyat adalah kurikulum nasional. Sedangkan tenaga pengajarnya yang akan direkrut merupakan guru yang telah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang ada di sekitar lokasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Di kesempatan yang lain, dikutip dari Antaranews.com Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkap, sebanyak 53 sekolah di antaranya akan segera diresmikan dalam tiga bulan ke depan. Presiden menargetkan pembangunan 200 sekolah rakyat setiap tahunnya, sehingga dalam lima tahun ke depan setiap kabupaten di Indonesia akan memiliki minimal satu sekolah rakyat berasrama. Tujuan dari pembangunan sekolah rakyat adalah memutus mata rantai kemiskinan dan memastikan bahwa anak-anak dari keluarga miskin tidak lagi terjebak dalam kondisi yang sama dengan orang tua mereka. Presiden menegaskan bahwa anak-anak dari keluarga dengan pekerjaan sederhana, seperti pemulung, harus diberdayakan agar mereka tidak mengikuti jejak orang tuanya. (Teguh Purwahandaka)