Foto Ilustrasi


KARAWANG,- Yulinati Saputri dan bayi yang baru lahir ditemukan tewas bersimbah darah di rumah kontrakannya. Keduanya diduga tewas setelah melahirkan secara mandiri tanpa bantuan bidan desa. Peristiwa itu terjadi di Kampung Krajan RT 06/02 Desa Medangasem Kecamatan Jayakerta, Karawang, Minggu 23 Maret 2025.
“Awalnya saya mendapat telepon dari anak pertama korban, dikabarkan jika ibunya tewas di rumah kontrakannya. Setelah didatangi, benar sudah tidak bernyawa, kondisinya bersimbah darah dan bayi yang baru dilahirkan juga tewas dengan plasenta masih tersambung ke ibunya. Kami lalu lapor ke aparat desa,” tutur Desi, warga setempat.
Tragedi itu menuai banyak komentar dari netizen yang menyoroti tentang pelayanan dan kinerja Bidan Desa setempat termasuk UPTD Puskesmas Jayakerta. “Seharusnya jika ada warga yang sedang hamil, itu akan mendapat pendampingan dari bidan desa yang bertugas di Puskesmas setempat. Kenapa mereka bisa melahirkan secara mandiri,” tutur seorang netizen yang berkomentar di media sosial Facebook.
Netizen lainnya bahkan menyebutkan tugas bidan desa. “Tugas bidan desa diantaranya melayani kebutuhan sejak pranikah, prakonsepsi, hamil, persalinan, nifas, bayi baru lahir, balita, anak prasekolah, kesehatan reproduksi perempuan, keluarga berencana, sampai ke menopause.  Harusnya warga yang akan melahirkan itu mendapat pendampingan intens dari bidan desa,” sebut netizen lainnya. (Teguh Purwahandaka)